BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kelapa sawit merupakan salah satu
komoditi unggulan Indonesia. Kontribusi minyak sawit terhadap ekspor nasional
mencapai enam persen, dan merupakan komoditas ekspor non migas tertinggi dengan
share delapan persen dengan nilai 54
miliar dolar AS. Disamping itu Indonesia merupakan negara penghasil kelapa
sawit dan CPO (minyak sawit mentah) terbesar kedua dunia setelah Malaysia.
Semakin membaiknya harga CPO, serta adanya kebijakan pemerintah untuk mendukung
industri kelapa sawit melalui program revitalisasi perkebunan mendorong para
pengusaha/pekebun untuk melakukan ekspansi, dan ini berdampak kepada tingginya
permintaan benih kelapa sawit. Adapun kenaikan harga benih kelapa sawit yang
terjadi di tahun 2008 ini tidak terkait langsung dengan kenaikan harga CPO.
Kenaikan harga benih lebih ditujukan untuk menyeimbangkan dengan biaya
produksi, serta untuk perbaikan kualitas sistem produksi, kualitas produk
benih, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi konsumen.
Salah satu permasalahan
perkelapasawitan nasional adalah banyaknya penggunaan benih palsu khususnya
pada perkebunan rakyat yang mengakibatkan produktivitas kelapa sawit nasional
relatif rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang merupakan produsen kelapa
sawit terbesar di dunia meskipun luas areal kelapa sawit Indonesia terbesar di
dunia. Produksi kelapa sawit di Indonesia tidak sebesar potensi optimalnya
dikarenakan petani banyak yang menggunakan benih benih palsu. Pengguna utama
benih palsu adalah petani kecil. Adapun beberapa alasan yang diutarakan petani
ketika membeli benih palsu dari pada benih bermutu diantaranya adalah karena
proses mendapatkan benih lebih mudah yang mana jangkauannya langsung kepada
petani. Hal ini juga dirasakan oleh produsen benih yang mana peredaran benih
palsu sangat merugikan perusahaan produsen benih salah satunya adalah Pusat
Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
Kerugian akibat penggunaan benih
kelapa sawit palsu kepada petani sangat signifikan, masa produktif tanaman
lebih pendek dengan tingkat produksi yang rendah sehingga berdampak pada
rendahnya kemampuan usaha petani dalam pengembalian modal, namun ironisnya
banyak petani yang masih menggunakan benih palsu. Oleh sebab itu agar dapat
disusun langkah- langkah pemecahan masalah maka permasalahan yang diangkat
dalam penelitian ini adalah bagaimana preferensi dan pemahaman konsumen
terhadap kualifikasi benih dan tata niaga benih kelapa sawit langsung kepada
petani yang mana salah satunya adalah melalui program PROWITRA singkatan dari
Program Sawit untuk Rakyat yang dimiliki oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit
(PPKS) Medan, program ini merupakan suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk
turun langsung dan sekaligus memberikan edukasi kepada petani tentang manfaat
penggunaan benih legitim dan
mengetahui kerugian penggunaan benih illegal dan memudahkan petani untuk
mendapatkan bahan tanaman kelapa sawit unggul dengan melakukan penjualan
langsung kepada petani. Program ini telah dilaunching
oleh Wakil Presiden RI Bapak Prof. Boediono pada 02 Juni 2010. Kegiatan ini
berusaha merubah pemahaman petani tentang akibat penggunaan benih palsu untuk menggunakan benih bermutu dan
berkualitas, jangkauan kegiatan PROWITRA meliputi seluruh propinsi yang ada di
pulau Sumatera.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
permasalahan yang telah diuraikan dimuka maka permasalahan yang akan dicari
pemecahannya melalui penelitian ini adalah efektivitas pemasaran kecambah
kelapa sawit melalui Program Sawit untuk Rakyat (PROWITRA). Sehubungan dengan
permasalahan diatas maka beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dicari
jawabannya ialah:
1. Faktor-faktor apa yang
menyebabkan petani banyak menggunakan benih palsu?
2. Apa seharusnya yang dilakukan
oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit dengan Program Sawit untuk Rakyat (PROWITRA)
supaya petani dapat mendapatkan benih kelapa sawit yang berkualitas?
3. Apakah pemasaran melalui
Program Sawit untuk Rakyat (PROWITRA) dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan perkebunan rakyat?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui dan menganalisis
kegiatan Program Sawit untuk Rakyat (PROWITRA) terhadap pemasaran kecambah
kelapa sawit pada petani.
2. Dan untuk mengidentifikasi
kegiatan PROWITRA di propinsi yang ada di Pulau Sumatera.
3. Menganalisis tingkat
keuntungan dan kontribusi pendapatan pekebun kelapa sawit peserta PROWITRA
4. Menganalisis dan
mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan dan upaya perbaikan kegiatan
PROWITRA.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari
penelitian ini adalah :
- Bagi Perusahaan
Sebagai bahan pertimbangan dalam
mengelola dan mempertahankan Program Sawit untuk Rakyat (PROWITRA) agar lebih dekat kepada konsumen mengingat banyaknya
peredaran benih palsu.
- Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan suatu
kesempatan untuk menerapkan teori pemasaran, khususnya mengenai Pemasaran.
Serta lebih memahami dan dapat mempraktekkan metode penelitian yang sistematis.
- Bagi Pihak Lain
Sebagai referensi, masukan, dan
perbandingan dalam penelitian tentang Pemasaran kecambah kelapa sawit pada masa
yang akan datang.
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah dan tujuan yang
ingin dicapai dari penelitian ini, ruang lingkup analisis yang akan dilakukan
meliputi:
1. Efektivitas kegiatan Program
Sawit untuk Rakyat (PROWITRA) untuk menunjang keberhasilan petani dalam
mengembangkan kebunnya.
2. Peningkatan pemasaran
kecambah kelapa sawit melalui PROWITRA di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.
3. Untuk lebih mendekatkan PPKS
kepada konsumen pengguna benih kelapa sawit.
1.6
Asumsi-Asumsi
Asumsi-
asumsi yang digunakan dalam penelitian ini
ialah:
1. Para petani kelapa sawit
banyak menggunakan benih palsu sehingga kualitas produksi di tingkat petani
sangat rendah
2. Mahalnya mendapatkan benih
unggul di tingkat petani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar