Berikut arahan tentang perkuliahan hari ini:
1. Baca doa dahulu sebelum perkuliahan hari ini
2. Silahkan dipahami materi berikut ini untuk pembahasan kita di waktu depan
3. Tuliskan nama anda , NIM, Kelas (Reg/ Reg Malam) dan Ruangan, di kolom komentar blog ini
4. Selamat Belajar.
STRATEGI KORPORAT STRATEGI UNIT BISNIS
A. Konsep Strategi
Walaupun
definisi berbeda satu sama lain, ada kesepakatan umum bahwa strategi
mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai
tujuannya. Setiap organisasi yang dikelola dengan baik mempunyai satu strategi
atau lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit. Selebihnya dari
bab ini membahas jenis – jenis umum strategi yang dapat membantu organisasi
mencapai tujuannya.
Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan:
1. Strategi untuk organisasi keseluruhan
2. Strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Sekitar 85% dari
perusahaan industri Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit bisnis dan
sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.
Untuk menentukan strategi, biasanya perusahaan melakukan
analisis yang disebut dengan SWOT Analysis, yaitu analisis kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan
(threats).Berikut ini adalah bagan formulasi strategi dengan swot analysis.
1. Strategi Tingkat Korporat
Strategi
korporat adalah mengenai keberadaan di tengah – tengah bauran bisnis yang
tepat. Pada tingkat korporat masalahnya adalah :
a. definisi bisnis dimana perusahaan akan berpartisipasi, dan
b. penguasaan sumber daya antarbisnis – bisnis tersebut.
Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan
bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan
ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, dan bisnis yang
diinvestasi (dijual).
Pada tingkat korporat, salah satu dimensi yang
paling signifikan dimana konteks strategis berbeda adalah tingkat dan jenis
diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan yang berbeda.
Ada 3 jenis strategi di level
korporat, yaitu:
1. Single Industry Firms,
Yaitu perusahaan akan
berpartisipasi dalam bisnis tunggal, seperti yang diterapkan oleh MCDonalds,
Ayam Bakar wong Solo, Ayam Ny.suharti
2. Related Diversified
Industry,
Yaitu perusahaan
berpartisipasi dalam bisnis yang beragam tetapi masih saling terkait produk
yang dihasilkan, misal, bisnis produk kesehatan, seperti Procter &
Gamble’s, Unilever.
3.
Un-Related Diversified Industry
Yaitu perusahaan
berpartisipasi dalam bisnis yang beragam yang tidak saling terkait antar produk
yang dihasilkan, misalkan, usaha bank, asuransi, manufaktur, perdagangan,
perkebunan, peternakan, hotel, dll.
Pemilihan strategi
masing-masing di atas dapat mempengaruhi perancangan sistem pengendaliannya.
Misal, dari segi organisasi, single industry akan berbeda dengan related
diversified maupun un-related diversified indusrtry. Rancangan sistem
pengendalian untuk berbagai strategi di atas akan dibahas khusus pada bab 13.
B.
Strategi
Unit Bisnis
Strategi
unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif
dalam masing-masing industri yang telah dipiliholeh suatu perusahaan untuk
berpartisipasi. Strategi unit bisnis tergantung pada dua aspek yang saling
berkaitan, yaitu : misinya dan keunggulan kompetitifnya.
1. Misi Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan diversifikasi, salah
satu tugas dari manajemen senior adalah mengalokasikan sumber daya, yakni
membuat keputusan mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari beberapa unit
bisnis untuk mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain. Beberapa model
perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manajer tingkat korporat dalam
mengalokasikan sumber daya secara efektif. Model-model ini menyarankan bahwa
perusahaan memiliki unit-unit bisnis dalam beberapa kategori, yang
diidentifikasi dengan misinya; strategi yang tepat untuk setiap kategori tentu
berbeda.
2. Empat misi bisnis menurut Boston Consulting Group (BCG) dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. . Build
Misi
ini menyiratkan suatu sasaran untuk meningkatkan pangsa pasar (market share)
dimana pertumbuhan pasar relatif tinggi, tetapi sumber kasnya rendah, sehingga
penggunaan kasnya tinggi karena dana dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa
pasar. Pangsa pasar sendiri dapat dihitung dengan cara membagi penjualan
perusahaan pada tahun tertentu dengan total penjualan industri pada tahun tertentu,
yang hasilnya adalah persentase (%).
b. Hold
Misi
strategik ini melindungi dan mempertahankan pangsa pasar unit bisnis dan posisi
bersaingnya di pasar.
c. Harvest
Misi
strategik ini mempunyai sasaran untuk maksimisasi laba jangka pendek dan arus
kas. Dalam misi strategik ini, perusahaan telah mempunyai pangsa pasar yang
tinggi walaupun dalam keadaan pertumbuhan industri yang relatif rendah.
d. Divest
Misi
strategik ini mengindikasikan suatu keputusan untuk membubarkan bisnisnya atau
melaui likuidasi perlahan-lahan atau penjualan unit bisnis ke lauar. Hal ini
ditunjukkan oleh adanya suatu fakta perkembangan selama beberapa periode, di
mana pangsa pasar yang selalu rendah sementara pertumbuhan pasar industrinya
juga rendah, sehingga perusahaan tidak dapat tumbuh secara sehat dan
menguntungkan.Dengan demikian, strategi yang memungkinkan adalah keluar dari
bisnis yang dijalankan sekarang.
Keunggulan
Kompetitif Unit Bisnis
Tiga pertanyaan yang saling berkaitan harus
dipertimbangkan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif unit bisnis.
a) apa struktur industri di tempat unit bisnis beroperasi?
b) bagaimana unit bisnis seharusnya mengeksploitasi struktur
industri?
c) apa yang akan menjadi basis keunggulan kompetitif unit
bisnis?
Pendekatan sebagai bantuan dalam mengembangkan keunggulan
kompetitif yang lebih superior dan berkesinambungan:
I.
Analisis
Industri
1. Intensitas persaingan diantara para pesaing
yang ada
2. Daya tawar pelanggan
3. Daya tawar pemasok
4. Ancaman dari barang subtitusi
5. Ancaman pendatang baru yang masuk industri
II.
Keunggulan
Bersaing Generik
Menurut
Porter, unit bisnis mempunyai cara generic untuk merespons terhadap kesempatan
dalam lingkungan eksternal dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang
berkesinambungan yaitu biaya rendah dan differensiasi.
III.
Biaya
rendah
Kepemimpinan
biaya dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala ekonomis dalam
produksi, pengendalian biaya yang ketat dan minimalisasi biaya.
IV.
Differensiasi
Fokus
utama strategi ini adalah melakukan differensiasi penawaran produk yang
dihasilkan oleh unit bisnis, sehingga menciptakan sesuatu yang unik.
Diferensiasi dapat dilakukan pada “brand loyalty” seperti coca cola di minuman
ringan, product design dan features, keamanan, pelayanan, teknologi informasi,
seperti pada produk HP electronic, mobil BMW, Mercedez, jam rolex, dsb.
V.
Analisis
rantai nilai
Secara
teoritis, keunggulan kompetitif dipasar pada intinya berasal dari penyediaan
nilai pelanggan lebih baik untuk biaya yang sama atau nilai pelanggan yang sama
untuk biaya yang lebih rendah. Rantai keunggulan kompetitif tidak diperiksa
secara berarti pada tingkat unit bisnis secara keseluruhan, namun memisahkan
perusahaan kedalam kegiatan strategisnya yang berbeda.
Pertanyaan yang diarahkan pada
aktivitas yang menambah nilai, seperti:
1.
Dapatkah kita
mengurangi biaya, sementara nilai / penghasilan konstan?
2.
Dapatkah
kita meningkatkan revenue pada aktivitas ini, sementara biaya konstan?
3.
Dapatkah
kita mengurangi asset pada aktivitas ini, sementara biaya dan penghasilan
konstan?
4.
Dalam
hal ini pakah company dapat melakukan point 1,2,3 secara
bersama-sama?
Untuk
meningkatkan nilai kepada pelanggan, maka setiap bagian yang dapat menciptakan
nilai tambah harus dioptimalkan kinerjanya, seperti pada aktivitas pengembangan
produk yang dilakukan pada bagian riset dan pengembangan, kemudian rancangan
produk yang sesuai dengan harapan konsumen, bahan yang berkualitas, proses
produksi dengan teknologi produksi yang efisien, pemasaran dan penjualan serta
pelayanan kepada pelanggan. Untuk menciptakan nilai tambah, maka diperlukan
kegiatan lain sebagai aktivitas pendukung, seperti kegiatan keuangan, sumber
daya manusia, dan teknologi informasi.
Sumber: Fred R David, Manajemen Strategi.