Rabu, 29 April 2020

Manajemen Strategi

Manajemen Strategi: Pengembangan SDM Dalam Kemampuan Strategik


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
Bismillahirrahmanirrahim

Kegiatan Perkuliahan Manajemen Strategi
  1. Mari bersama kita membaca Doa sebelum kegiatan perkuliahan hari ini
  2. Silahkan pahami materi berikut ini. 
  3. Silahkan isi nama anda (absen) di kolom komentar blog ini.



BUdaya Organisasi



BUDAYA PEMBERDAYAAN ORGANISASI

Business partners teamwork or friendship concept. Multi-ethnic diverse group of colleagues join hands together. Creative team, coworkers, or college students in project meeting at modern office


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Bismillahirrahmanirrahim

  1. Mari membaca Doa sebelum kita memulai perkuliahan;
  2. Silahkan dipahami materi perkuliahan berikut ini;
  3. silahkan tulis nama anda (absen) beserta NIM di Kolom Komentar Blog ini.
  4. UTS kita lakukan pekan depan.
  5. Selamat Belajar.


BUDAYA PEMBERDAYAAN ORGANISASI

Pemberdayaan (empowerment) diartikan sebagai upaya memberikan otonomi, wewenang, dan kepercayaan kepada setiap individu dalam suatu organisasi, serta mendorong mereka untuk kreatif agar dapat menyelesaikan tugasnya sebaik mungkin. Di sisi lain Paul (1987) dalam Prijono dan Pranarka (1996) mengatakan bahwa pemberdayaan berarti pembagian kekuasaan yang adil sehingga meningkatkan kesadaran politis dan kekuasaan pada kelompok yang lemah serta memperbesar pengaruh mereka terhadap proses dan hasil - hasil pembangunan, sedangkan konsep pemberdayaan menurut Friedman (1992) dalam hal ini pembangunan alternatif menekankan keutamaan politik melalui otonomi pengambilan keputusan untuk melindungi kepentingan rakyat yang berlandaskan pada sumberdaya pribadi, langsung melalui partisipasi, demokrasi dan pembelajaran sosial melalui pengamatan langsung.
Jika dilihat dari proses operasionalisasinya, maka ide pemberdayaan memiliki dua kecenderungan, antara lain:
1.    Kecenderungan primer, yaitu kecenderungan proses yang memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan, atau kemampuan (power) kepada masyarakat atau individu menjadi lebih berdaya. Proses ini dapat dilengkapi pula dengan upaya membangun aset material guna mendukung pembangunan kemandirian mereka melalui organisasi,  
2.  Kecenderungan sekunder, yaitu kecenderungan yang menekankan pada proses memberikan stimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog.
Dua kecenderungan tersebut seolah berseberangan, namun seringkali untuk mewujudkan kecenderungan primer harus melalui kecenderungan sekunder terlebih dahulu (Sumodiningrat, Gunawan, 2002) . Pemberdayaan organisasi merupakan suatu sistem yang memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan dan mempengaruhi antara komponen satu dengan komponen yang lainnya untuk menciptakan suatu output. Sistem dapat dianalisis sehubungan dengan input – output. Input dianggap sebagai sebab berinteraksi guna menghasilkan output. Pemberdayaan organisasi erat kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat yang merupakan sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai - nilai sosial.
Dalam upaya memberdayakan masyarakat dapat dilihat dari tiga sisi, yaitu (Sumodiningrat, Gunawan, 2002) ;
1.      menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang. Disini titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia, setiap masyarakat, memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Artinya, tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya, karena jika demikian akan sudah punah. Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu, dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya.
2.      memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat. Dalam rangka ini diperlukan langkah - langkah lebih positif, selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah - langkah nyata, dan menyangkut penyediaan berbagai masukan, serta pembukaan akses ke dalam berbagai peluang yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya. Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat, tetapi juga pranata - pranatanya.
3.      memberdayakan mengandung pula arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan, harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah, oleh karena kekurangberdayaan dalam menghadapi yang kuat.
Dalam hal ini pemberdayaan, dalam segala bentuknya, berkembang pelan dari semua ide ini. Meskipun demikian, dalam 1980-an trend-trend di dunia bisnis mulai menegaskan pentingnya melakukan pendelegasian secara lebih luas dan mendelegasikan pekerjaan yng lebih bernilai. Telah muncul kebutuhan untuk:
1.     Membuat organisasi-organisasi lebih tanggap terhadap pasar.
2.   Men-delayer(memangkas tingkat-tingkat struktural) organisasi-organisasi untuk menjadikan mereka lebih responsif dan cost effective.
3.    Mengusahakan agar karyawan-karyawan dari berbagai disiplin berkolaborasi dengan supervisi yang minimal dengan jalan berkomunikasi secara horizontal. Bukannya secara vertikal hierarki
4.  Mengusahakan agar para CEO dan manajemen puncak, melangkah surut dan melakukan pekerjaan yang lebih bersifat strategis
5. Menyadap semua sumber-sumber yang bisa membantu mencapai dan meningkatkan competitiveness
6.  Memenuhi harapan-harapan yang lebih tinggi dari angkatan kerja yang pendidikannya semakin membaik.
Michael Osbaldeston, menganggap pemberdayaan telah menjadi begitu penting akhir-akhir ini:
1.      Kecepatan perubahan yang semakin tinggi, turbulensi lingkungan, cepatnya respon persaingan dan akselerasi permintaan-permintaan pelanggan menuntut kecepatan dan fleksibilitas tanggapan yang tidak sudah tidak cocok dengan cara kerja organisasi dengan model kontrol dan komando gaya lama itu.
2. Organisasi-organisasi sendiri tengah berubah. Akibat dari downsizing(perampingan), delayering(pemangkasan hierarki struktural), dan desentralisasi berarti bahwa metode-metode kuno pencapaian koordinasi dan kontrol tidak lagi sesuai. Upaya mencapai kinerja dalam situasi dan kondisi baru ini menuntut agar staff mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar.
3.      Organisasi-organisasi menuntut kerja yang lebih lintas fungsi(cross functional), kerja sama lebih padu di antara bidang-bidang, integrasi lebih baik dalam proses-proses jika organisasi yang bersangkutan ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Kerja sama seperti itu bisa  dicapai lewat pemberdayaan.
4.      Bakat manajerial yang benar-benar bagus semakin dipandang langka dan mahal. Menggunakannya untuk supervisi langsung terhadap staff yang mampu mengelola diri sendiri justru menambah kesulitan-keslitan yang sudah ada. Di pihak lain, pemberdayaan memungkinkan bakat manajerial untuk lebih difokuskan pada tantangan-tantangan eksternal dan bukan pada problem solving internal.
5.      Pemberdayaan bisa mengungkapkan sumber-sumber bakat manajerial, yang dulunya tidak dikenali, dengan menciptakan situasi dan kondisi dimana bakat bisa tumbuh subur.
Staff tidak lagi disiapkan untuk menerima sistem-sistem kontrol dan komando yang lama tersebut. Semakin luasnya ketersediaan pendidikan, penekanan lebih besar pada pengembangan sepanjang hidup, dan tujuan kepastian keamanan kerja dan peningkatan yang mantap telah menyumbang pada situasi di mana pekerjaan dinilai berdasarkan kesempatan-kesempatan pengembangan yang ditawarkan, bukan sebagai pekerjaan itu sendiri. Organisasi-organisasi yang gagal memenuhi aspirasi-aspirasi ini tidak akan memperoleh kinerja yang mereka tuntut dan staf terbaik mereka akan terus-menerus dibuat tak berdaya.
Oleh karena itu, perlindungan dan pemihakan kepada yang lemah amat mendasar sifatnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. Melindungi tidak berarti mengisolasi atau menutupi dari interaksi, karena hal itu justru akan mengerdilkan yang kecil dan menglunglaikan yang lemah. Melindungi harus dilihat sebagai upaya untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta eksploitasi yang kuat atas yang lemah. Pemberdayaan masyarakat bukan membuat masyarakat menjadi makin tergantung pada berbagai program pemberian. Karena, pada dasarnya setiap apa yang dinikmati harus dihasilkan atas usaha sendiri. Dengan demikian tujuan akhirnya adalah memandirikan masyarakat, memampukan, dan membangun kemampuan untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan.
Sebagai makhluk sosial, manusia (masyarakat) senantiasa diharapkan saling berhubungan baik terhadap sesamanya, memiliki rasa kebersamaan,  hidup  tolong  menolong, saling bekerja sama, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Begitu pula halnya dalam melaksanakan kehidupan dan pembangunan bangsanya manusia dituntut untuk selalu berpartisipasi. Kaitannya dengan pembangunan ekonomi dan peran partisipasi masyarakat sangatlah penting dalam pembangunan ekonomi, mengingat masyarakat setempatlah yang lebih mengetahui berbagai permasalahan dan potensi sumberdaya yang ada sehingga memudahkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ekonomi itu sendiri, dengan adanya peran pertisipasi masyarakat maka hasil dari pembangunan ekonomi yang dilakukan nantinya diharapkan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat.


Selamat Belajar....

Rabu, 22 April 2020

Budaya Kualitas Organisasi


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
Bismillahirrahmanirrahim.

Berikut Kegiatan Perkuliahan kita hari ini:
  1. Silahkan pahami bahan kuliah berikut ini
  2. Silahkan isi nama anda (absen) di kolom komentar blog ini.
  3. Selamat Belajar 

Strategi Perusahaan Pemimpin Pasar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Berikut Kegiatan perkuliahan kita hari ini:
  1. Topik pembahasan saat ini: Strategi Perusahaan Pemimpin Pasar
  2. Silahkan dipahami bahan kuliah yang ada dibawah.
  3. Silahkan isi nama, NPM, Kelas Reguler/ Reguler Malam (absen) di kolom komentar blog ini.
  4. Selamat belajar.
  5. Terima Kasih.  

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1441 H DAN IBADAH SUNNAH YANG ADA DIDALAMNYA .

Gambar Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Arab - Nusagates

IN SYA ALLAH SEMAKIN BERKAH RAMADHAN TAHUN INI DAN ALLAH SWT SELALU MEMBERIKAN RAHMAT, RIDHO DAN HIDAYAHNYA KEPADA KITA..





 

Rabu, 15 April 2020

Pengaruh Kultur Organisasi

√ Tulisan Arab Assalamu'alaikum, Wa'alaikumsalam & Artinya ...
√ 17+ Tulisan Arab dan Arti Bismillah : بِسْمِ اللَّهِ ...



Hand working with cloud technology system and office symbol concept

Aturan Perkuliahan:
  1. Silahkan dipahami bahan perkuliahan berikut ini.
  2. Silahkan isi nama anda (absen) dikolom komentar blog ini.
  3. Silahkan dikerjakan tugas dihalaman terakhir blog ini  dan diketikkan dalam bentuk word, dijawab dengan wajib memberikan sumber  referensinya (buku). pengumpulan dilakukan pada esok 16 April 2020 maksimal pukul 12.00, dikumpulkan kepada komting dan komting mengkompilasi dalam 1 winrar serta  winrar tersebut diemailkan ke Saya. 
  4. Syukran.
Selamat belajar.






 

Strategi Pengembangan Pasar: Pengembangan Pasar Modal


√ Tulisan Arab Assalamu'alaikum, Wa'alaikumsalam & Artinya ...
√ 17+ Tulisan Arab dan Arti Bismillah : بِسْمِ اللَّهِ ...


Business People Meeting Design Ideas Concept


Aturan Perkuliahan:
  1. Silahkan dipahami bahan perkuliahan berikut ini.
  2. Silahkan isi nama anda (absen) dikolom komentar blog ini.
  3. Silahkan dikerjakan tugas dihalaman terakhir blog ini  dan diketikkan dalam bentuk word, dijawab dengan wajib memberikan sumber  referensinya (buku). pengumpulan dilakukan pada esok 16 April 2020 maksimal pukul 12.00, dikompilasi dalam 1 winrar oleh komting.

Selamat belajar.


 

Sabtu, 11 April 2020

Audit Kinerja MSDM

√ Tulisan Arab Assalamu'alaikum, Wa'alaikumsalam & Artinya ...
√ 17+ Tulisan Arab dan Arti Bismillah : بِسْمِ اللَّهِ ...


Aturan perkuliahan Audit Kinerja MSDM:

A.

  1. Silahkan pahami format pdf   dibawah sebagai bahan perkuliahan.
  2. di halaman pdf  tersebut ada 1 tugas yang harus dikerjakan sebagai nilai tambahan.  
  3. Silahkan isi nama anda (absen) dikolom komentar blog ini.
  4. Referensi kita adalah dari Buku IBK Bhayangkara, Judul:  Audit Kinerja MSDM.
B. 

  1. Hari senin kita akan melaksanakan UAS. 
  2. Untuk soal UAS silahkan dipahami dari bahan yang disampaikan ini, dan juga ada tambahan  dari referensi. 



Selamat Belajar
Sukses Selalu


 

Rabu, 08 April 2020

Bahan Kuliah Budaya Organisasi MD/ VI E

Assalaualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu. 

Pahami aturan perkuliahan berikut ini: 

  • Silahkan baca dan pahami materi perkuliahan berikut ini sebagai bahan pembahasan kita di pekan depan.
  • Silahkan isi nama anda (absen) di kolom komentar blog ini
  • Selamat Belajar.



Organizational Culture


Manajemen Strategi FE UMN AL Washliyah Strategi Korporasi dan Strategi Bisnis Perusahaan


Berikut arahan tentang perkuliahan hari ini:

1. Baca doa dahulu sebelum perkuliahan hari ini

2. Silahkan dipahami materi berikut ini untuk pembahasan kita di waktu depan

3. Tuliskan nama anda , NIM, Kelas  (Reg/ Reg Malam) dan Ruangan, di kolom komentar blog ini

4. Selamat Belajar.






STRATEGI KORPORAT STRATEGI UNIT BISNIS
A.  Konsep Strategi
            Walaupun definisi berbeda satu sama lain, ada kesepakatan umum bahwa strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Setiap organisasi yang dikelola dengan baik mempunyai satu strategi atau lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit. Selebihnya dari bab ini membahas jenis – jenis umum strategi yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.
Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan:
1.      Strategi untuk organisasi keseluruhan
2.      Strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Sekitar 85% dari perusahaan industri Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit bisnis dan sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.
Untuk menentukan strategi, biasanya perusahaan melakukan analisis yang disebut dengan SWOT Analysis, yaitu analisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan (threats).Berikut ini adalah bagan formulasi strategi dengan swot analysis.
1.      Strategi Tingkat Korporat
      Strategi korporat adalah mengenai keberadaan di tengah – tengah bauran bisnis yang tepat. Pada tingkat korporat masalahnya adalah :
a.       definisi bisnis dimana perusahaan akan berpartisipasi, dan
b.      penguasaan sumber daya antarbisnis – bisnis tersebut. Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, dan bisnis yang diinvestasi (dijual).
Pada tingkat korporat, salah satu dimensi yang paling signifikan dimana konteks strategis berbeda adalah tingkat dan jenis diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan yang berbeda.


Ada 3 jenis strategi di level korporat, yaitu:
1.       Single Industry Firms,
Yaitu perusahaan akan berpartisipasi dalam bisnis tunggal, seperti yang diterapkan oleh MCDonalds, Ayam Bakar wong Solo, Ayam Ny.suharti
2.       Related Diversified Industry,
Yaitu perusahaan berpartisipasi dalam bisnis yang beragam tetapi masih saling terkait produk yang dihasilkan, misal, bisnis produk kesehatan, seperti Procter & Gamble’s, Unilever.
3.       Un-Related Diversified Industry
Yaitu perusahaan berpartisipasi dalam bisnis yang beragam yang tidak saling terkait antar produk yang dihasilkan, misalkan, usaha bank, asuransi, manufaktur, perdagangan, perkebunan, peternakan, hotel, dll.
Pemilihan strategi masing-masing di atas dapat mempengaruhi perancangan sistem pengendaliannya. Misal, dari segi organisasi, single industry akan berbeda dengan related diversified maupun un-related diversified indusrtry. Rancangan sistem pengendalian untuk berbagai strategi di atas akan dibahas khusus pada bab 13.
B.   Strategi Unit Bisnis
            Strategi unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam masing-masing industri yang telah dipiliholeh suatu perusahaan untuk berpartisipasi. Strategi unit bisnis tergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu
: misinya dan  keunggulan kompetitifnya.
1.      Misi Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan diversifikasi, salah satu tugas dari manajemen senior adalah mengalokasikan sumber daya, yakni membuat keputusan mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari beberapa unit bisnis untuk mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain. Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manajer tingkat korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Model-model ini menyarankan bahwa perusahaan memiliki unit-unit bisnis dalam beberapa kategori, yang diidentifikasi dengan misinya; strategi yang tepat untuk setiap kategori tentu berbeda.

2.      Empat misi bisnis menurut Boston Consulting Group (BCG) dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. . Build
           Misi ini menyiratkan suatu sasaran untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) dimana pertumbuhan pasar relatif tinggi, tetapi sumber kasnya rendah, sehingga penggunaan kasnya tinggi karena dana dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa pasar. Pangsa pasar sendiri dapat dihitung dengan cara membagi penjualan perusahaan pada tahun tertentu dengan total penjualan industri pada tahun tertentu, yang hasilnya adalah persentase (%).
b.    Hold 
           Misi strategik ini melindungi dan mempertahankan pangsa pasar unit bisnis dan posisi bersaingnya di pasar.
c.   Harvest
           Misi strategik ini mempunyai sasaran untuk maksimisasi laba jangka pendek dan arus kas. Dalam misi strategik ini, perusahaan telah mempunyai pangsa pasar yang tinggi walaupun dalam keadaan pertumbuhan industri yang relatif rendah.
d.    Divest
           Misi strategik ini mengindikasikan suatu keputusan untuk membubarkan bisnisnya atau melaui likuidasi perlahan-lahan atau penjualan unit bisnis ke lauar. Hal ini ditunjukkan oleh adanya suatu fakta perkembangan selama beberapa periode, di mana pangsa pasar yang selalu rendah sementara pertumbuhan pasar industrinya juga rendah, sehingga perusahaan tidak dapat tumbuh secara sehat dan menguntungkan.Dengan demikian, strategi yang memungkinkan adalah keluar dari bisnis yang dijalankan sekarang.



Keunggulan Kompetitif Unit Bisnis
Tiga pertanyaan yang saling berkaitan harus dipertimbangkan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif unit bisnis.
a)      apa struktur industri di tempat unit bisnis beroperasi?
b)      bagaimana unit bisnis seharusnya mengeksploitasi struktur industri?
c)      apa yang akan menjadi basis keunggulan kompetitif unit bisnis?
Pendekatan sebagai bantuan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif yang lebih superior dan berkesinambungan:
                               I.            Analisis Industri
1. Intensitas persaingan diantara para pesaing yang ada
2. Daya tawar pelanggan
3. Daya tawar pemasok
4. Ancaman dari barang subtitusi
5. Ancaman pendatang baru yang masuk industri
                            II.            Keunggulan Bersaing Generik
            Menurut Porter, unit bisnis mempunyai cara generic untuk merespons terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yaitu biaya rendah dan differensiasi.
                         III.            Biaya rendah 
            Kepemimpinan biaya dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala ekonomis dalam produksi, pengendalian biaya yang ketat dan minimalisasi biaya.
                         IV.            Differensiasi
            Fokus utama strategi ini adalah melakukan differensiasi penawaran produk yang dihasilkan oleh unit bisnis, sehingga menciptakan sesuatu yang unik. Diferensiasi dapat dilakukan pada “brand loyalty” seperti coca cola di minuman ringan, product design dan features, keamanan, pelayanan, teknologi informasi, seperti pada produk HP electronic, mobil BMW, Mercedez, jam rolex, dsb. 
                            V.            Analisis rantai nilai
            Secara teoritis, keunggulan kompetitif dipasar pada intinya berasal dari penyediaan nilai pelanggan lebih baik untuk biaya yang sama atau nilai pelanggan yang sama untuk biaya yang lebih rendah. Rantai keunggulan kompetitif tidak diperiksa secara berarti pada tingkat unit bisnis secara keseluruhan, namun memisahkan perusahaan kedalam kegiatan strategisnya yang berbeda.
Pertanyaan yang diarahkan pada aktivitas yang menambah nilai, seperti:
1.   Dapatkah kita mengurangi biaya, sementara nilai / penghasilan konstan?
2.      Dapatkah kita meningkatkan revenue pada aktivitas ini, sementara biaya konstan?
3.      Dapatkah kita mengurangi asset pada aktivitas ini, sementara biaya dan penghasilan konstan?
4.      Dalam hal ini pakah company  dapat melakukan point 1,2,3 secara bersama-sama?

Untuk meningkatkan nilai kepada pelanggan, maka setiap bagian yang dapat menciptakan nilai tambah harus dioptimalkan kinerjanya, seperti pada aktivitas pengembangan produk yang dilakukan pada bagian riset dan pengembangan, kemudian rancangan produk yang sesuai dengan harapan konsumen, bahan yang berkualitas, proses produksi dengan teknologi produksi yang efisien, pemasaran dan penjualan serta pelayanan kepada pelanggan. Untuk menciptakan nilai tambah, maka diperlukan kegiatan lain sebagai aktivitas pendukung, seperti kegiatan keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.

Sumber: Fred R David, Manajemen Strategi.

Sabtu, 04 April 2020

Modul Perkuliahan Manajemen Strtategi 6 B_Jum'at 03 April 2020

Bahan Perkuliahan Manajemen Straategi Semester 6


1. Silahkan di pelajari dengan baik bahan perkuliahan ini
2. Hal ini akan menjadi pembahasan kita di pekan depan
3. Silahkan isi nama anda (absen) di link komentar blog ini
4. Selamat belajar.

Bahan Perkuliahan Manajemen Strategi 6 O Jum'at 03 April 2020

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Bahan Perkuliahan Manajemen Straategi Semester 6 O


1. Silahkan di pelajari dengan baik bahan perkuliahan ini
2. Hal ini akan menjadi pembahasan kita di pekan depan
3. Silahkan isi nama anda (absen) di link komentar blog ini
4. Selamat belajar.

Jumat, 03 April 2020

Bahan Kuliah Manajemen Strategi 6 O_Jum'at 03 April 2020

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Bahan Perkuliahan Manajemen Strategi Semester 6 O


1. Silahkan di pelajari dengan baik bahan perkuliahan ini
2. Hal ini akan menjadi pembahasan kita di pekan depan
3. Silahkan isi nama anda (absen) di link komentar blog ini
4. Selamat belajar.
5. Terimakasih.


Bahan Kuliah Manajemen Strategi 6 B_Jum'at 03 April 2020

Bahan Perkuliahan Manajemen Straategi Semester 6


1. Silahkan di pelajari dengan baik bahan perkuliahan ini
2. Hal ini akan menjadi pembahasan kita di pekan depan
3. Silahkan isi nama anda (absen) di link komentar blog ini
4. Selamat belajar.

Rabu, 01 April 2020

Bahan Perkuliahan Manajemen Straategi Semester 6


Silahkan  Klik link Pdf berikut ini: 
 https://drive.google.com/file/d/1NwxuRt3U2jKJ3CSg9g8YEjV_Kd8-3XsT/view
1. silahkan di pahami dan menjadi pembahasan kita di pekan depan
2. silahkan isi nama anda (absen) di link komentar blog ini
3. selamat belajar.


BAHAN PERKULIAHAN MANAJEMEN STRATEGI
TOPIK:
LINGKUNGAN BISNIS PERUSAHAAN





      Tujuan Analisis Lingkungan : untuk menilai lingkungan organisasi secara keseluruhan.
Baik faktor-faktor yang berada diluar organisasi maupun yang berada didalam organisasi yang semuanya mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.


      Peran/Fungsi Analisis Lingkungan  :

-   Policy Oriented Role : Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen atas  dan  bertujuan  untuk  memperbaiki  kinerja  organisasi  dengan  memberikan informasi bagi manajemen tingkat atas tentang kecenderungan utama yang muncul dalam lingkungan.

-   Integrated Strategic Planning Role : Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat manajemen tingkat atas dan manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di lingkungan perusahaan yang memiliki implikasi langsung pada proses perencanaan.

-   Functional   Oriented  Role  :  Peran  ini  bertujuan  untuk  memperbaiki  kinerja organisasi dengan menyediakan informasi lingkungan yang member perhatian pada efektivitas kinerja fungsi organisasi tertentu. Peran ini berorientasi pada masalah tertentu dalam perusahaan yang menjadi target utama.


       Struktur Lingkungan :

Secara umum, lingkungan organisasi dikategorikan ke dlm 2 bagian besar yaitu :

1. Lingkungan Eksternal : lingkungan yang berada diluar organisasi

2. Lingkungan Internal : lingkungan yang berada di dalam organisasi




x

Materi manajemen strategi_8A_28042021

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARKATUHU Berikut materi kuliah kita hari ini ya. silahkan di fahami materi kita hari ini silahkan tulis na...